• Minggu, 24 September 2023

CERPEN: Mendaki Gunung Bersama Ayah. Sang bocah sangat antusias karena ini adalah kali pertamanya mendaki

- Senin, 31 Juli 2023 | 19:02 WIB
CERPEN: Mendaki Gunung Bersama Ayah.  (Ilustrasi: istockphoto.com)
CERPEN: Mendaki Gunung Bersama Ayah. (Ilustrasi: istockphoto.com)

 

MELENGGANG.COM- Pagi-pagi sekali, seorang bocah bersemangat bersiap untuk mendaki gunung bersama ayahnya. Mereka telah menantikan petualangan ini selama berhari-hari. Sang bocah sangat antusias karena ini adalah kali pertamanya untuk mendaki gunung.

Setelah berjalan beberapa jam, mereka mencapai jalur yang lebih terjal. Si bocah berusaha keras mengikuti langkah ayahnya yang berpengalaman. Namun, takdir berkata lain.

Tanpa disadari, kaki kecilnya tersandung akar pohon yang menjulur di tengah jalur, dan ia pun terjatuh dengan keras.

"Aduhh!" jerit si bocah, merasakan rasa sakit yang menusuk tubuhnya. Tapi, yang lebih mengejutkan lagi, dari kejauhan terdengar suara yang persis sama dengan jeritannya. "Aduhh!"

Bingung, ia melihat sekitarnya mencari sumber suara itu. "Hei! Siapa kau?" serunya.

Baca Juga: CERPEN: Kisah Angin, Air dan Nama Baik Dalam Perjalanan Bersama. Ia selalu membawa kendi di tangannya

Tak disangka, suara di kejauhan mengulang pertanyaannya, "Hei! Siapa kau?"

Dengan kesal, si bocah mengulangi teriakannya lagi, "Pengecut kamu!"

Namun, suara dari kejauhan hanya membalasnya dengan umpatan yang sama, membuatnya semakin heran. Ia pun bertanya kepada sang ayah, mencari penjelasan atas fenomena aneh ini.

Sang ayah tersenyum penuh kearifan melihat keheranannya. "Anakku, coba perhatikan," kata sang ayah dengan bijaksana. "Lelaki itu berkata keras, 'Saya kagum padamu!' Suara di kejauhan pun menjawab, 'Saya kagum padamu!' Lihatlah, anakku, kehidupan memberikan umpan balik atas semua ucapan dan tindakan kita."

Baca Juga: CERPEN: Olimpiade Yang Tak Terlupakan dan Istimewah. Dengan kepedulian yang tulus, mereka berbalik dan berlari

Si bocah masih bingung, lalu sang ayah melanjutkan, "Kehidupan kita adalah sebuah pantulan atau bayangan dari tindakan kita. Jika kita menciptakan cinta di dalam hati, kita akan mendapatkan lebih banyak cinta di dunia ini.

Jika kita meningkatkan kemampuan kita, tim kerja kita pun akan memiliki kemampuan yang lebih tinggi."

Halaman:

Editor: Renny Tade Bengu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puisi Jesicka Kristiani Buifena -- Langit yang Sendu

Selasa, 1 Agustus 2023 | 00:30 WIB

Puisi Jesicka Kristiani Buifena -- Langit Abu-abu

Selasa, 1 Agustus 2023 | 00:18 WIB
X